Senin, 15 Oktober 2012

#BrigingCourse04

The Power of Communication


            “Mengapa temen-temen masuk komunikasi?” Begitulah pertanyaan yang dilontarkan cak Budi saat pertama memasuki kelas komunikasi 2012. Beberapa temen-temen komunikasi ditunjuk oleh cak Budi untuk menjawab pertanyaan itu dan beberapa itu melontarkan alasan-alasan mereka mengapa memilih ilmu komunikasi sebagai lanjutan study mereka.
            Lalu mengapa saya memilih Komunikasi untuk melanjutkan study saya? Jawaban saya adalah karena Komunikasi itu multiparadigma dan komunikasi itu candu. Bagaimana komunikasi bisa disebut  multiparadigma dan bagaimana komunikasi bisa disebut candu? Komunikasi disebut multiparadigma karena semua interaksi yang dilakukan saat komunikasi itu bisa didefinisikan secara berbeda-beda pada semua orang. Penafsiran orang dalam komunikasi pastilah berbeda. Maka dari itu komunikasi itu multiparadigma. Berbicara soal candu, candu menurut saya adalah hal-hal yang membuat kita terus menerus melakukan sesuatu dan disini komunikasi adalah sesuatu yang selalu dilakukan secara terus menerus. Semua orang membutuhkan komunikasi. Semua orang melakukan komunikasi dan semua orang melakukan komunikasi setiap hari. Tanpa komunikasi seseorang akan merasa kesulitan untuk mengekspresikan semua hal yang ada di pikiran mereka.
            Komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara karena komunikasi itu sangat luas dan bebas. Semua kontak yang dilakukan terhadap orang lain sudah merupakan komunikasi walaupun dengan cara yang sangat sederhana sekalipun. Orang yang tunawicara saja masih menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi. Orang yang sedang koma di rumah sakit pun menggunakan air matanya untuk mengekspresikan perasaannya saat orang-orang menganggap dia sedang tidak sadarkan diri. Artinya semua orang dan dalam keadaan bagaimanapun membutuhkan komunikasi.
Tanpa komunikasi bagaimana seseorang dapat menjalin sosialisasi dengan masyarakat dan orang-orang di sekitar , dan tanpa komunikasi semua orang itu mati. Mengapa mati? Pasti kita semua sudah pernah melihat barang elektronik yang sudah mati. Seperti apa, hanya seonggok barang yang sudah tak berguna dan tak berfungsi lagi. Sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi dan rasanya pasti susah mengingat barang itu adalah kebutuhan sehari-hari yang sangat primer. Bisa diibaratkan kalau barang itu adalah sebuah interaksi atau komunikasi. Kita hidup di dunia, individual tanpa bersosialisasi, berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, apa yang akan terjadi? Tidak akan pernah ada perusahaan dan teknologi-teknologi yang seperti sekarang ini sudah sangat menjamur. Tidak aka nada delegasi ataupun public relation. Tidak aka nada lapangan-lapangan kerja dan kita akan selamanya tinggal dalam keterbelakangan tanpa adanya komunikasi.
Lalu mengapa bisa komunikasi itu sesuatu yang ajaib? Komunikasi itu ajaib. Ajaib karena bagaimana komunikasi begitu mempengaruhi dunia, bagaimana komunikasi menjadi faktor-faktor vital dalam perkembangan dunia, bagaimana komunikasi mempengaruhi segala sektor di sebuah negara, bagaimana komunikasi menjadi kebutuhan setiap orang yang hidup di dunia dan bagaimana dunia mati tanpa ada komunikasi. Semua orang bisa berkomunikasi dan semua orang bisa dengan mudah berinteraksi dengan orang lain. Namun saya bangga bisa mempelajari ilmu-ilmu dan dasar-dasar komunikasi lebih mendalam dari yang lain. Mengingat bagaimana ajaib komunikasi itu. Ada orang yang pandai berkomunikasi namun kurang pandai dalam menciptakan ide-ide. Ada yang sangat pandai menciptakan ide-ide namun tidak pandai dalam mengekspresikan ide. Dan di ilmu komunikasi, kita berusaha mempelajari keduanya, sehingga kita dilatih untuk pandai dalam kedua hal tersebut, karena sekali lagi komunikasi itu ajaib.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar