Selasa, 31 Juli 2012

Terjatuh lagi, lagi dan lagi...

Jatuh Cinta? pasti bukan hal asing dong buat kalian? Kalian juga pasti pernah kan ngrasain rasanya jatuh cinta? Kalian juga pernah dong menjadi orang yang bego karena sedang jatuh cinta?
Ya... Jatuh cinta itu emang nyenengin, kalo jatuhnya ditempat yang empuk dan tepat. Tapi gimana kalo jatuhnya ditempat yang keras dan tidak tepat? ha-ha sounds hurt....Yaaa tapi itulah.
Mencintai adalah dicintai adalah hak setiap orang. Juga gak tau kapan dan kepada siapa cinta itu datang, timbul, tumbuh dan akhirnya berbunga atau gugur. 
Mungkin malah dipermainkan oleh cinta? Apa di'bodoh'kan karena cinta? ya namanya juga cinta.. udah nikmatin aja.
Disini aku cuma pengen cerita dan share pengalamanku. Bukannya gak ada tempat curhat atau gakpunya temen curhat, tapi menurutku ini bukan suatu hal yg sangat 'privacy' dan selama aku nyaman nge share nya... whatever lah. Kalo gak berkenan, coba liat bio ku deh :))

Jadi dulu waktu kelas X, aku kenal seseorang bernama fihan(nama disamarkan). Semua berawal dari mas fihan ini nge DM aku dan minta nomerku. Ya, saat itu aku masih kimcil dan norak abis. jadi asal aja ngasi nomer hp ke orang-orang. Dan berawal dari mas fihan ini nge sms-in aku sekali, dua kali, hingga berkali-kali sampai menjadi rutinitas. Setiap aku buka mata ada namanya di hp ku untuk menyapa pagiku. dan selalu ada namanya di malam hari untuk mengantarkan tidurku. Aku gak ngerasa risih. Aku gak ilfil. Aku gak terganggu dengan rutinitasnya sms aku. Hingga lama-lama aku ngerasa ketergantungan sama dia. Langsung aja ya, hingga akhirnya aku menyimpulkan kalau aku jatuh cinta sama dia. Pertamanya aku menganggap ini cuma rasa nyaman kaka-adek. Tapi... rasanya beda. Caranya memperlakukanku berbeda. Aku merasa special.
Dia tau benar bagaimana cara membuatku bahagia dengan candaan-candaannya. Memotivasiku saat aku terjatuh, Membuatku menyimpulkan sebuah senyuman ketika sedang badmood. Aku suka caranya memperlakukanku. Aku kira semua perlakuannya itu adalah clue kalau dia mencintaiku juga. Hari-hari indah itu berjalan kuranglebih satu taun.
Namun aku salah, hingga pada akhirnya aku harus benar-benar terjatuh ketika dia berkata "dheg vel, aku lagi naksir orang. Anak basket, item manis,..." dan ciri-ciri fvckbitch yg lainnya lah dia omongin ke aku. Saat itu aku benar-benar DOWN. Serba muka dua dan serba fake. Aku mendukungnya dengan hati yg tergiris, hingga dia memberiku kabar "dheg vel aku udah jadian :D"
oke sejak saat itu aku menjauh dan tak lagi menanggapi sms dll dari dia. Aku benar-benar muak, benci,sedih.

Sejak saat itu aku mulai dekat sama sahabatku waktu itu, tak harus kukatakan siapa, kalian yg kenal aku pasti tau. Hubunganku harus berakhir selama 1,5 bulan karena dia terlalu sibuk dengan kegiatan baru nya. 
3 bulan sudah aku putus dengan si itu, tiba-tiba hp ku berbunyi. Y U know who? mas fihan. Yaaa. Mas fihan datang lagi dan seperti biasa menyapaku dengan hangat. Entah setan apa yg ada di pikiranku hingga aku mulai menanggapinya lagi. Hari-hariku cerah lagi. Dari ku membuka mata hingga menutup mata hanya ada mas fihan di hp ku. Hal itupun terulang lagi. Dia pergi lagi. Dengan meninggalkan rasa yang sama, kenangan yg sama dan alasan yang sama. Iya, dia punya pacar lagi. Dan lagi-lagi aku menjauhinya lagi dan pergi.
Setelah itu, beberapa bulan kemudian aku jadian sama seorang seniorku di sekolah. Ya, kalian juga pasti tau siapa. Hubunganku dengan senior cukup berakhir dengan 4,5 bulan. Seniorku adalah orang yg baik, sabar, ngalah, dewasa, dan pokoknya idaman banget. Cuma, dia suka susah dihubungin, sering ngilang tanpa kabar dll yg membuat perasaanku mulai gak nyaman dan akhirnya aku memilih putus. Aku menyesal.
Setelah itu.. 3 bulan kemudian aku punya pacar lagi. Dan aku malas membahasnya. Singkat saja, aku putus sama yg terakhir ini karena mama gak setuju. Entah kenapa kalo udah mama yg ngmg aku paling gak bisa nolak. hehe. -selesai-
Saat itu, malam itu hp ku getar lagi. Yaaa kalian tau, mas fihan (lagi-lagi) menghubungiku (lagi) dan entah karena terlalu tolol atau bodoh atau buta aku tak tau. Aku menanggapinya (lagi). Teman-temanku selalu mencibirku karena sebegitu tololnya aku. Dan aku tak hiraukan itu. Aku beranggapan keajaiban akan datang dan berharap kali ini dia tak pergi. Berharap dia disini dan mengisi sedihku lagi.
Seperti biasa, menyapaku dengan hangat dan mengantar tidurku dengan yang kuanggap cinta.
Suatu saat dia bilang dan pamit padaku dia akan berlibur ke suatu tempat (beda pulau). Aku kira dia hanya berlibur biasa, dia hanya bilang hanya berlibur biasa. Dan saat itu aku sedang berlibur ke banyuwangi. 
Pagi itu dia menelponku. 15menit yg begitu asik dan menyenangkan. Ngobrol semua yg bisa diobroli. Bercanda dan banyak lah pokoknya.
Saat itu aku tak pernah menyangka apa-apa. Hingga pada suatu hari aku buka facebooknya dan ada beberapa inisial di statusnya. Entah apa kepanjangannya, yg pasti ada emot ':*' di akhir inisial itu. Aku mulai sakit (lagi) tapi aku mencoba biasa saja di depannya. Aku hanya belum yakin apa kepanjangan inisial itu. Aku hanya berpositif thinking kalo itu adalah nama tmpat di Pulau itu atau nama saudaranya yg balita dan lucu. Namun aku salah (lagi). Prsangkaku melenceng. Aku hancur (lagi) dan aku terjatuh (lagi).
Kalian tau? terpasang status 'in a relationship with *shitshitshit*' dan foto profilnya telah berdua, dengan wanitanya.
Aku kacau (lagi). Aku mencoba tegar. Aku hanya sakit. Mengapa tak katakan dari awal? Kenapa harus begini (lagi) ? Saat aku mulai menjauh, dia bilang... "aku sedih kamu kayak gini. Aku suka kamu, aku suka kamu saat blablabla shitshitshit"
Aku hanya sempat tersenyum mendengar itu, seakan genggaman tangannya sedang menyelimutiku saat itu. Aku terlanjur sakit. Aku serasa tak ingin mengenalnya lagi. Aku kalud. Aku kecewa (lagi). Aku ingin marah dan melampiaskan kecewaku, tapi sama siapa? :)
Entah mengapa kejadian yg terakhir ini terlalu dan paling menyakitkan. Namun sampai sekarang, rasaku masih sama. Masih mencintai dan menantinya. Hingga entah kapan, sampai aku sukses move on :)
Karena jatuh cinta itu adalah hak, dan sakit hati itu resiko. Tapi, move on itu takdir bukan?
GOD, i believe that YOU've sketched my life, i don't know how's the rule, i only believe that YOU'll give me the best one someday :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar